Presentasi Mengenai Hukum Perburuhan Jepang oleh Midori Nagata

gedung3Tiga bulan berlalu semenjak kedatangan Midori di Jogjakarta dan memulai masa studinya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Midori adalah mahasiswa pertukaran dari Nagoya University. Midori akan berada di Indonesia dan mengikuti kegiatan belajar bersama mahasiswa Program Internasional selama kurang lebih 1 semester.

Dengan kesempatan luar biasa yang dimilikinya untuk berinterasi dengan mahasiswa Indonesia, Midori merasa perlu untuk memperkenalkan sedikit perspektif hukum Jepang, terkhusus di bilang hukum perburuhan, kepada mahasiswa Indonesia. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menyiapkan makalah dan mempresentasikannya di hadapan sesama mahasiswa yang dihadiri pula oleh dosen pengampu bagian Hukum Perburuhan. Midori memilih untuk mengangkat isu perburuhan karena ia memiliki ketertarikan tersendiri dengan hukum perburuhan dan telah mengambil hukum perburuhan sebagai bidang konsentrasinya di Nagoya University. Midori juga telah mengambil kelas Migrasi Buruh Internasional sehingga ia tentu telah memiliki pemahaman yang komperhensif dalam topik ini.

Melalui prentasinya, dapat terlihat bahwa terdapat beberapa kesamaan antara system hukum perburuhan di Indonesia dan Jepang. Salah satunya adalah mengenai mogok kerja dan demo buruh, dimana kedua system buruh mengakui hal tersebut. Sistem hukum Jepang juga mengakui hak untuk mengajukan gugatan di hadapan pengadilan kendati Jepang tidak memiliki Pengadilan Hubungan Industrial sebagaimana di Indonesia. Midori menambahkan bahwa kendati diperkenankan, mogok kerja tidak sering terjadi di Jepang.

Midori juga menjelaskan mengenai dampak perubahan budaya terhadap statistic perburuhan di Jepang. Sebelum 1980-an, hanya laki-laki saja yang bekerja karena gaji laki-laki saja sudah cukup untuk membiayai kehidupan keluargnya. Sementara para wanita hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Akan tetapi, semenjak krisis ekonomi, para wanita juga harus mulai turut bekerja untuk menambah pendapatan rumah tangga.

Secara umum, kegiatan semacam ini begitu bermanfaat bagi para mahasiswa karena mendapat kesempatan untuk diperkenalakan pada system hukum di negara lain. Akan sangat menarik apabila mahasiswa pertukaran yang lain juga turut mengikuti jejak Midori tersebut. (Gita Armarosa P Sembiring)