Kemunduran Pemberantasan Korupsi

seminarDi tengah persiapan pemilihan umum, diam-diam DPR dan Presiden tetap melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Waktu pembahasan yang relatif singkat sepertinya tidak sebanding dengan jumlah persoalan dan daftar isian masalah yang menumpuk dalam lingkup hukum acara pidana.

Setelah menelaah RUU KUHAP, memang tidak semua substansi yang diatur bermasalah. Namun demikian, dalam beberapa hal, pembahasan RUU KUHAP sepertinya melemahkan dan terkesan tidak ada koordinasi. Misalnya,

1. Sepertinya melanjutkan pembahasan RUU KUHAP, tetapi di sisi lain tidak menyentuh Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP), akan menciptakan kesia-siaan. Sebab KUHAP sebagai hukum formil yang menjalankan KUHP sebagai hukum materiil. Bagaimana mungkin hukum materiilnya belum selesai, namun hukum formilnya selesai lebih dulu.

2. RUU KUHAP akan berimplikasi pada sistem peradilan yang sudah dibentuk, sehingga dalam pembahasannya tidak boleh tergesa-gesa. Ada UU Kekuasaan Kehakiman, UU Mahkamah Agung, UU Komisi Yudisial, yang setidaknya terpengaruh.

3. RUU KUHAP berpotensi menghilangkan peran beberapa lembaga yang selama ini bertugas mendukung aparat penegak hukum. Seperti BNN dan PPATK.

4. Dalam hal yang lebih khusus, RUU KUHAP terlihat tidak pro terhadap pemberantasan korupsi. Seperti halnya, penghapusan penyelidikan, pengaturan penahanan, perizinan penyadapan, dan sebagainya.

Pada dasarnya, Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM (Pukat FH UGM), mengapresiasi beberapa substansi dalam RUU KUHAP. Namun, untuk sektor pemberantasan korupsi, Pukat FH UGM menilai substansi RUU KUHAP masih kurang mengakomodasi dan cenderung menciptakan kemunduran dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, Pukat FH UGM mendesak DPR dan Presiden agar pembahasan RUU KUHAP yang berhubungan dengan substansi pemberantasan korupsi dikaji ulang.

Salam Antikorupsi,

Yogyakarta, 21 Februari 2014

Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM

Zainal Arifin Mochtar
Hasrul Halili
Oce Madril
Hifdzil Alim
Zaenurohman
Fariz Fachryan